
Pangkalpinang — Masyarakat di sejumlah daerah kesulitan mendapatkan elpiji 3 Kg, dalam beberapa hari ini. Imbasnya, banyak masyarakat menjerit, karena tak bisa memasak akibat kelangkaan gas elpiji 3 kg.
Dari informasi yang berhasil dihimpun awak media, kelangkaan tabung gas melon ini juga sempat terjadi di wilayah Kotamadya Pangkalpinang. Walau sporadis hanya beberapa titik. Namun tak ayal lagi, mampu membuat sejumlah pengguna berkeluh kesah, karena padamnya tungku rumah mereka.
Menanggapi hal demikian, Ketua Komisi 2 DPRD Kota Pangkalpinang, Mchael Pratama, yang dihubungi redaksi deliknews.com, mengatakan bahwa keluhan perihal distribusi dan harga gas di berbagai daerah di Babel memang sudah lama terdengar. Ia kemudian mencontohkan, jika ada agen penyalur yang tadinya mendapat pasokan 100 tabung per minggu, kini dikeluhkan oleh mereka jumlahnya makin berkurang, kemudian form penerimaan barang yang tadinya diisi dan ditanda tangani untuk kemudian harus dicap oleh agen penyalur sesuai barang yg datang. ” Sekarang ini yang banyak dikeluhkan, mereka hanya diminta tanda tangan saja, tanpa diisi jumlah barang yang datang. Yang mana hal ini tentunya berpotensi penyelewengan barang sekaligus harga, dan bisa disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya, Kamis sore, 21/12.
Michael juga mengatakan, pihak DPRD akan meminta kepada Pemkot Pangkalpinang -dalam hal ini pihak terkait- yaitu Disperindagkop agar dapat turun langsung kroscek lapangan. Baik di tingkat Agen besar sampai ke tingkat pengecer. ” Supaya benar-benar tahu soal persediaan barang dan harga. Karena biasanya oknum agen akan bermain dengan alasan cuaca sehingga pengiriman barang terlambat. Dan justru hal itu yang tidak kita inginkan dengan menaikkan harga barang secara sepihak, dengan akibat langsung menimpa konsumen, yaitu masyarakat pengguna barang,” imbuh Politisi Partai Gerindra tersebut.
Di tempat terpisah, warga Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang, Inggit (25 tahun), mengatakan, dirinya sudah dua hari belakangan ini agak sulit menemukan tabung gas melon dengan harga normal. Jikalau ada, harganya pasti melambung. ” Cukup tinggi bang, biasanya ku dapat harga paling mahal 20 ribu rupiah per tabung, tapi sekarang bisa mencapai 23ribuan per tabung,” katanya, Kamis pagi, 21/12.
Selanjutnya, dalam sesi wawancara tadi, Michael juga mengultimatum, agar tidak ada pihak-pihak yang ikut bermain. Dengan memanfaatkan momentum kelangkaan ini.” Untuk itu DPRD Kota Pangkalpinang melalui Komisi 2, dimana saya menjabat sebagai Ketua, meminta pada masyarakat Pangkalpinang, ataupun pengguna barang, jika menemui adanya praktek kecurangan dalam distribusi, serta tingkat harga yang dianggap merugikan masyarakat, supaya jangan sungkan, untuk langsung datang pada kami di DPRD guna melaporkan masalah ini,” tegasnya. (LH)
Click to comment