Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, industri
pengolahan susu merupakan salah satu sektor pangan yang mendapat prioritas
pengembangan dalam upaya penyediaan dan pencukupan gizi masyarakat. Industri ini
berpeluang besar dalam upaya penyediaan produk susu bagi 273 juta penduduk Indonesia
yang saat ini mengkonsumsi susu rata-rata mencapai sebesar 16,9kg/kapita/tahun. Dalam rangka menyediakan produk susu nutrisi anak yang berkualitas dan terjangkau bagi
masyarakat Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
meresmikan pabrik bahan baku susu formula dan susu pertumbuhan guna mewujudkan
kemandirian bahan baku, di PT Kian Mulia Manunggal, Cikarang, Jawa Barat, Selasa
(21/03).
“Saya sampaikan apresiasi, karena tadi dijelaskan ekspansinya hulu, hilir, vertikal, dan
horizontal. Tidak banyak perusahaan yang bisa mengembangkan secara terintegrasi, apalagi bermain di pasar regional,” tutur Menko Airlangga mengapresiasi Tempo Scan
yang terus melanjutkan ekspansi bisnis dari tingkat hulu hingga hilir, berupa
pengembangan brand equities produk susu formula dan susu pertumbuhan anak, serta
pembangunan fasilitas produksi pengolahan susu bubuk berupa intermediary milk powder
(Spray Dryer Facility), guna memenuhi kebutuhan bahan baku dan mengendalikan impor. Pemerintah tentunya mendukung pengembangan brand equities milik Tempo Scan karena
ini adalah salah satu upaya menyediakan finished product Susu Formula dan Susu
Pertumbuhan dengan skala ekonomi yang memadai, sukses berkompetisi dengan produk
multinasionals, serta mampu melakukan pengendalian bahan baku, di mana sebelumnya
masih bergantung pada impor. Adanya program substitusi impor bahan baku intermediary
milk powder ini mampu menghemat devisa negara hingga mencapai Rp1 triliun.
Upaya ini sejalan dengan Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting pada 2018- 2024, yang bertujuan untuk memastikan semua sumber daya dialokasikan terutama untuk
meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan gizi pada rumah tangga, ibu hamil dan
anak usia 0-2 tahun. Pemerintah dan masyarakat tentunya berharap Tempo Scan terus
mampu meningkatkan produksi dan daya saing produknya sehingga bisa memberikan
kontribusi yang lebih besar dalam mendukung program substitusi impor Pemerintah dalam bentuk penurunan importasi bahan baku intermediary susu pada produk Infant
Formula dan Growing Up sekaligus mendukung program Pemerintah dalam penyelesaian
masalah stunting.
“Ini harus terus didorong dan ditingkatkan karena dari hulunya sendiri melibatkan
masyarakat. Oleh karena itu saya melihat bahwa industri seperti ini adalah bersifat
strategis, karena diperlukan untuk Indonesia memasuki bonus demografi. Tentu tadi pak
Menteri Kesehatan mengatakan bonus demografi ini harus yang produktif,” ungkap Menko
Airlangga. Pada sesi doorstop Menko Airlangga menjelaskan dampak pembangunan pabrik ini
terhadap perekonomian. “Pertama, tentu pabrik ini subtitusi impor, dengan investasi Rp2,5
triliun, maka mampu menghemat devisa sebesar Rp1 triliun. Sebetulnya kapasitasnya
masih cukup besar untuk bisa diisi. Dan tentunya pabrik ini diharapkan bisa mendorong
selain ke hulu, juga ke hilir. Hulunya bisa untuk nyambung dengan peternak,” pungkas
Menko Airlangga. Turut hadir dalam peresmian tersebut diantaranya Menteri Kesehatan, Kepala Badan
Pengawas Obat dan Makanan, Deputi 3 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan
Manusia dan Kebudayaan, Staf Khusus Menteri Perindustrian, Chairman dan Co-Founder
Tempo Scan Group, dan Presiden Direktur PT Tempo Scan Pacific. (map/iqb)

.jpeg)
.jpeg)