Dari MBG semua orang tahu, korupsi itu nyata
Program Presiden Prabowo yang memberikan makan bergizi selalu menjadi perhatian publik sejak dilaksanakan.
Mulai dari kejanggalan pengadaan, menu, kondisi sppg, sampai dengan persoalan kesejahteraan guru yang sekian lama terabaikan.
Tapi sepatutnya kita berterima kasih pada Program MBG.
Dari MBG, semua orang sadar bahwa korupsi sudah menjadi virus yang menginfeksi semua lini negara.
Korupsi yang dulu hanya segelintir orang yang tahu (kejahatan kerah putih), saat ini bahkan ibu rumah tangga sadar melalui menu yang tersaji setiap hari. Tidak setiap hari, tapi pastinya ada moment menunya terasa mencurigakan.
Tak kalah dengan hilangnya kepercayaan rakyat . Global memandang program MBG sebagai pemborosan yang mempersempit ruang fiskal di era yang penuh gejolak.
Ketidakpastian global melalui perang Rusia - Ukraina, US/Israel - Iran, perang dagang US - China, serta kemunduran ekonomi negara Eropa terus diwaspadai ekonom diberbagai negara.
Mengembalikan kepercayaan publik menjadi tantangan yang berat bagi pemerintah. Cita cita luhur presiden Prabowo mempersiapkan generasi muda yang sehat dan cerdas harus dilakukan dengan hati hati.
Langkah pemerintah yang mencopot kepala BGN dan kejaksaan yang langsung memeriksa tindak pidana korupsi di BGN walaupun terlambat, setelah banyaknya uang negara yang menguap tetap harus di apresiasi.
Sepertinya presiden Prabowo masih ingin melanjutkan program MBG, dengan segala polemik yang ada. Tapi apa benar penggantian pimpinan BGN bisa mengembalikan kepercayaan publik??
Pimpinan BGN saat ini, masih 1 bagian dalam carut marutnya pelaksanaan program MBG sebelumnya, apalagi muncul isu santer tentang nama nama siapa saja yang "bermain" dan pimpinan MBG saat ini muncul didaftar teratas. Masihkah ada harapan untuk program MBG?
Ditengah ketidakpastian tentang kondisi ekonomi, korupsi membuat kepercayaan masyarakat akan adanya perbaikan menjadi hilang.
Di era digital dan keterbukaan informasi, masyarakat bisa melihat perkembangan negara, bahkan dunia.
"Bahkan China yang saat ini ada dipuncak peradaban, memulai dengan pemberantasan korupsi"
Arifin Nur Cahyono